Home » » Pembelajaran dan Penilaian PAI dan Budi Pekerti SMA MA SMK MAK Kurikulum 2013 Tahun 2017

Pembelajaran dan Penilaian PAI dan Budi Pekerti SMA MA SMK MAK Kurikulum 2013 Tahun 2017

Pembelajaran dan Penilaian PAI dan Budi Pekerti SMA MA SMK MAK Kurikulum 2013 Tahun 2017 Kelas 10, 11, 12 - Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Di samping itu, pembelajaran juga dapat dilakukan dengan berbagai macam model dan pendekatan sesuai dengan karakteristik materi yang dibelajarkan dan kompetensi yang akan dicapai.

Berikut ini dikemukakan beberapa contoh model pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam pembelajaran al-Qur’andapat digunakan metode Mencari Pasangan (Make a Match) dalam menentukan ayat dan terjemahannya. Dalam pembelajaran aqidah dapat digunakan metode Penemuan (Inquiry) dalam mencari bukti-bukti kekuasaan Allah Swt. Dalam pembelajaran akhlak dapat digunakan metode Bermain Peran (role playing) dalam mencontohkan perilaku terpuji. Dalam pembelajaran fiqh dapat digunakan metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) dalam menentukan dampak zakat terhadap peningkatan ekonomi kaum dhuafa. Dalam pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dapat digunakan metode Pembelajaran Berbasisi Masalah (Problem Based Learning) dalam meminimalisir dampak radikalisme. Contoh penggunaan model-model pembelajaran tersebut tidak baku, tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metode dan strategi yang tepat dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama. Dalam metode problem based learning misalnya, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai  kerjasama, gotong-royong,  kerukunan dan demokrasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Small group discussion  (diskusi kelompok kecil), pendidik dapat menanamkan nilai percaya diri dalam berpendapat, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat orang lain, tetapi tetap menjaga nilai multikulturalisme dengan toleransi yang tinggi dalam hidup bermasyarakat yang lebih luas. Dengan metode role playing (bermain peran) sebagai muzakki (pemberi zakat) dan mustahiq (penerima zakat) dalam pembelajaran Fiqih tentang zakat, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai  kepedulian dan empati kepada sesama, persaudaraan, di samping ajaran tentang kerja keras dan cerdas untuk dapat menjadi muzakkiserta penciptaan ekonomi yang berkeadilan.
Selain itu, pembelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga dikemas melalui multimedia sesuai dengan  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh: al-Qur’an, aqidah, akhlak, fiqih dan sejarah peradaban Islam dapat dikemas sedemikian rupa dalam web secara terpadu. Bahan-bahan materinya dapat berupa berbagai macam media seperti bahan teks, gambar, suara, video, animasi, simulasi dan sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dipadukan ke dalam satu-dua media atau semua media (multimedia).

Pembelajaran dan Penilaian PAI dan Budi Pekerti SMA MA SMK MAK Kurikulum 2013 Tahun 2017

Pengembangan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga dikemas secara interaktif dan menarik. Salah satu caranya adalah dengan menintegrasikan berbagai macam media sehingga siswa dapat memilih apa yang akan dikerjakan  selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban melalui pemanfaatan komputer. Dengan demikian siswa memiliki kebebasan belajar sesuai dengan keinginanya. Hal ini dimaksudkan agar belajar menjadi tidak monoton, mengekang dan menegangkan.

Kebutuhan peserta didik harus juga menjadi pertimbangan dalam pembelajaran. Pada umumnya ada tiga tipe pembelajar, yaitu auditory, visual, dan kinestetik. Dalam pembelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, pendidik dituntut untuk dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang karakteristiknyaberagam. Dengan demikian, pendidikPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti telah mengimplementasikan ajaran Islam tentang keadilan, berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, renponsif, dan  nilai-nilai lain dalam ajaran Islam yang humanis.

Aspek yang dinilai pada mata pelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, dan jurnal catatan guru. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalaui tes tertulis, tes lisan, observasi terhadap diskusi, tanya jawab dan percakapan, serta penugasan. Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui unjuk kerja/praktik, projek, produk, dan portofolio.

Sebagai ilustrasi, berikut ini dikemukakan beberapa contoh teknik penilaian. Dalam penilaian al-Qur’āndapatdigunakanteknik penilaian praktik membaca al-Qur’ān, komponen yang dinilai meliputi: cara membaca (pengucapan huruf, panjang pendek bacaan) dan adab membaca.  Dalam penilaian aqidah dapatdigunakan teknik penilaian diri terhadap pengamalan keyakinan. Dalam penilaian  akhlak dapat digunakan teknik penilaian observasi. Dalam penilaian fiqh dapatdigunakan teknik penilaian praktik ibadah. Dalam penilaian sejarah peradaban Islam dapatdigunakan teknik penilaian proyek.

Itulah sekilas yang dapat Admin tuliskan pada kesempatan artikel ini, dan untuk lebih lengkapnya mengenai informasi tersebut Bapak dan Ibu dapat mendownload filenya secara lengkap agar informasi yang di dapat jelas pada link di bawah ini.
Download Pembelajaran dan Penilaian PAI dan Budi Pekerti SMA MA SMK MAK Kurikulum 2013 Tahun 2017
Thanks for reading Pembelajaran dan Penilaian PAI dan Budi Pekerti SMA MA SMK MAK Kurikulum 2013 Tahun 2017

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 comments:

Post a Comment